Laman

Sabtu, 14 Agustus 2010

PUASA

Puasa mmengajarkan perjuangan untuk meredam hawa nafsu. Puasa itu untuk Allah, Allah menerima puasa kita maka kita mendapatkan pahala. Dengan puasa menjadikan pelaku puasa meningkat derajatnya menjadi muttaqin (orang yang bertakwa).
Satu perkara sederhana memang manakala dengan puasa kita hanya mampu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa, Namun seringkali kita lupa akan perkara yang seringkali kita lakukan namun justru perkara itu mampu melebur pahala puasa. Untuk menyebut di antaranya: dusta, menggunjing aib orang lain, iri, dengki, riya, sombong, dan berhala-berhala lain.
Semoga saya khususnya dan pembaca umumnya mampu berpuasa tidak hanya sah secara fiqh semata, namun sekaligus mendapat ridhonya. Amin.  

Rabu, 28 Juli 2010

KUTU AIR YANG MENYERANG KAKIKU

Sudah lama ku, ya tepatnya beberapa bulan ini ku sakit kutu air. Si kutu menyerang jari kaki kanan persis sebelah jempol kaki. Si kutu atau biasa ku menyebutnya dengan temumul, sedikit banyak mengganggu gaya jalanku. Biasanya dengan gaya -ya sebenarnya tidak elok juga gaya jalanku- tidak ndeglek, kali ini harus ndeglek gara-gara temumul itu.
Temumul ku kenal sejak kecil, saat ku melihat  dan mendengar keluhan almarhumah ibuku yang pernah menderita penyakit yang sama dengan yang ku rasakan saat ini.
 Temumulen bagiku mengubah ritme keseimbangan, betapa inginnya diriku untuk berjalan dengan cepat, terhambat karena menyesuaikan dengan kenyamanan kakiku saat berjalan.
Jelas ku sudah ingin penyakit ini. Dua hari yang lalu ku ke mantri. Disuntik bokong kananku. Lalu tensi darahku 120 per berapa saya lupa nanya, tapi kata mantri normal. Sarannya, mencuci baju harus memakai sepatu bot. Persis saat si mantri mengucapkan sepatu bot, ku lihat seringai seyum muncul di wajahnya. Ku menduga, barangkali bercanda, Tapi setelah itu, mantri menerangkan, temumulku akan tidak sembuh-sembuh bila terkena sabun / detergent pencuci baju. Ku anggap anjuran memakai sepatu bot adalah anjuran yang baik ku lakukan saat mencuci. Tidak bisa tidak karena memang gaya mencuciku menyebabkan kakiku harus terkena air sabun / detergent. Maklum tidak memakai mesin cuci. Akhirnya, mantri meminta obat yang diberikannya harus habis. Demi sembuhnya penyakitku maka ku jawab "Insya Allah habis Pak."