Laman

Minggu, 13 November 2011

WHO AM I? DAN ATRIUM

Aku tahu perilaku kami dapat dikatakan melanggar aturan pesantren. Tapi yah tetap kami lakukan perilaku itu. Menonton bioskop adalah rencana kami. Karena bagaimanapun kami merasa perilaku kami tidak tergolong perilaku pelanggaran berat. Puber telah mengalahkan perilaku patuh kami kepada peraturan. Bagi pelajar biasa yang tidak mondok di pesantren barangkali wajar. Namun bagi kami kalau ketahuan Romo Kiai tentu saja  Beliau akan marah dan menghukum kami. Kawan-kawan kami yang tidak ikut pun tidak boleh tahu, bisa bahaya nanti kalau sampai membocorkan aksi kami. Untunglah aksi kami tidak ketahuan hingga  lulus. Aku bersama MI, AM, M, K, ingin sekali menonton idola kami, Jackie Chan dalam filmnya Who am I? Saat itu kami masih kelas 3 MA tahun ajaran 1998 / 1999.

Tepatnya malam Jum'at, saat ngaji libur dan besok madrasah libur, kami setelah shalat maghrib seperti biasa seolah-olah hendak ke pasar malam dekat pasar. Refreshing seperti itu diperkenankan oleh peraturan. Kami berjalan ke barat menuju madrasah di gang 2 yang pintu kelasnya terbuka. Hati-hati kami memasuki kelas yang gelap. Dilepaslah sarung, baju. peci / kupluk kami, tinggallah busana kasual celana dan kaos. Ada yang memakai hem.  Kami keluar dari kelas dengan gerak cepat sambil tengak-tengok kanan kiri kalau-kalau ada yang melihat. Gang 1 1/2 yang kami pilh untuk dilewati, gang antara gang 1 dan 2 tembus masjid,,, he he .. supaya aman.

Sampailah kami di jalan menunggu angkot menuju atrium belakang Sri Ratu. Alhamdulillah sampailah kami di tujuan. Beli tiket dan menunggu sebentar kemudian pintu terbuka. Film kami tonton hingga selesai selama  lebih kurang 2 jam. Puaslah kami telah berhasil melaksanakan aksi dengan sempurna.

Kami pulang dan sampai ke kelas. Sarung, baju, dan peci dipakai kembali, berjalan menuju masjid untuk tidur. dan bermimpi Jackie Chan dalam Who am I?

#Ngapunten Romo Kiai#


Kamis, 10 November 2011

AKU, JAS MERAH, DAN HARI PAHLAWAN

Sumber: http://ripiu.com/article/read/jasmerahbungkarno
Aku menulis pendapatku tentang (JA)ngan (S)ekali-kali (ME)lupakan seja(RAH) (JAS MERAH) kaitannya tentang hari pahlawan. Aku yang bukan pahlawan tentu kagum dengan pahlawan. Aku tak akan pernah melupakan hari saat aku menulis pendapatku ini merupakan hari pahlawan. Karena JAS MERAH adalah prinsipku.

Pahlawan adalah manusia super ikhlas. Bagaimana tidak, miliknya yang paling berharga pun berupa nyawa, diberikannya kepada bangsanya. Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy mengatakan, "Jangan pernah tanyakan kepada Negara apa yang telah Negara berikan kepadamu tetapi tanyakanlah pada dirimu apa yang telah engkau berikan kepada Negara." Kurang lebih demikianlah bunyinya. (sumber: http://sad-ewing.staff.ugm.ac.id/hikmahdetail.php?id=106). Luar biasa, pahlawan tidak (N)ot (A)ction (T)alk (O)nly (NATO), tapi talkless do more. Hebat!

Malu aku aku belum bisa seperti pahlawan bangsa. Tragisnya malah aku terjangkit penyakit "wani piro?" Segala sesuatu diukur dapat jatah uang berapa setiap "proyek" yang aku kerjakan. He he he .. Tapi alhamdulillah aku hanya diberi dan tidak minta. Diberi alhamdulillah, tidak diberi ya sudahlah belum rizkinya.

Ikhlas sejati kaitannya dengan pahlawan adalah mereka tidak mengatakan saya ikhlas berjuang, tapi mereka bergerilya berperang melawan penjajah dengan tindakan nyata. Ikhlas itu harus tidak diungkapkan. Kalau diungkapkan berarti pamer ikhlas namanya. Pahlawan hanya berjuang dan tidak minta disebut pahlawan. Mereka juga tidak minta dimakamkan di taman makam pahlawan. Negara lah yang menyematkan gelar pahlawan itu kepada mereka. 

Waba'du, semoga spirit pahlawan dengan keikhlasannya dapat merasuk ke warga Indonesia yang telah terjangkit penyakit "wani piro?" Selamat Hari Pahlawan, Kawan!

"terimakasih pahlawan bangsa"