Laman

Sabtu, 25 Februari 2012

INDAHNYA KEMENANGAN # BAGIAN KEEMPAT

Sumber Foto:
http://kaskushotthread.com/thread/top-motivasi--mental-juara-
itu-perlu.html
“Pak Mujib, kita berangkat sekarang?” tanya Ulfa. “Boleh, kita ucapkan basmalah dulu bersama,” perintah Pak Mujib. “Bismillaahirrahmaanirrahiim…” mereka kompak mengucapkannya.


Tempat seleksi tulis tim putera berada di sisi barat dari gedung Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah (MIS) Waru Lor Wiradesa. Sedangkan tim puteri di bagian timur. Ketika di depan pintu kelas tim putera, Pak Mujib melihat A’am sedang mengisi jawaban dibantu oleh Bili dan Dani. Rasa optimis terlihat di wajah mereka. Saat melihat tim puteri di sebelah timur, Pak Mujib berdoa dalam hati, semoga Ulfa dapat menulis jawaban dengan benar. “Ya Allah, lapangkanlah dada mereka, mudahkanlah urusan mereka, menangkanlah urusan mereka dalam seleksi tulis ini, aamiin.”


Berkali-kali Pak Mujib berpindah tempat untuk melihat tim putera dan puteri melaksanakan tes tulis.
Menjelang waktu Dhuhur, tim LCC yang masuk 4 besar diumumkan. Hasilnya adalah alhamdulillah, Kedua tim LCC Al-Amin lolos ke babak final. Semua bersyukur gembira. “Subhanallaah walhamdulillaah walaa ilaa haillallaah huwallaahu akbar laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhiim,” ucap Pak Mujib. “Maha Suci Allah, segala puji hanya untuk-Mu. Tiada daya dan upaya tidak akan pernah terwujud tanpa Engkau kehendaki. Maka menangkanlah kami Ya Allah dengan kekuasaan-Mu. Aamiin.” Pinta Pak Mujib dalam doanya.


Setelah shalat Dhuhur berjamaah di masjid, para peserta dan pendamping makan siang dulu. Istirahat dibatasi hingga pukul satu siang. Tepat pukul dua siang, lewat pengeras suara panitia memanggil seluruh tim untuk memasuki arena pertandingan. Lokasinya masih sama dengan lokasi seleksi tulis pada pagi harinya. Para penonton memadati luar kelas guna mendukung regu kesayangannya.


“Sebelum berangkat, mari kita berdoa dahulu supaya tim kita mendapat anugerah Allah berupa kemenangan. Berdoa mulai…!” kata Pak Mujib kepada para santrinya yang akan bertanding. “Doa selesai…!” mari kita berangkat ke MIS Waru Lor!” perintah Pak Mujib seraya mengomando kawan-kawan Aqil dan Bili guna memberi dukungan yang meriah.


#insya Allah bersambung#

INDAHNYA KEMENANGAN # BAGIAN KETIGA

Sumber Foto:
http://kaskushotthread.com/thread/top-motivasi--mental-juara-
itu-perlu.html

Selanjutnya Pak Mujib memberikan arahan kepada mereka, pertama, regu A untuk tim putera dan regu B untuk puteri. Kedua, boleh menjawab setelah disebut regunya, walaupun belum selesai pertanyaan yang diajukan. Ketiga, nilai yang betul 100 dan bila salah dikurangi 100. Keempat, penjawab adalah juru bicara, teman satu regu hanya membisiki jawaban ke telinga juru bicara. Kelima, regu A memukul batunya satu kali dan regu B dua kali. Keenam, ini hanya latihan, tidak ada yang kalah dan semuanya pemenang.

Latihan untuk pertanyaan rebutan pun dimulai. Sebelumnya mereka diminta memukulkan batu “Regu A!” Tek… “Regu B! Tek…tek… “Bagus…” kata Pak Mujib sambil mengacungkan dua jempolnya. “Let’s play!” seru Pak Mujib.

“Kapan pemilihan gubernur Jawa Tengah?” tanya Pak Mujib. Tek… “Regu A!” tunjuk Pak Mujib. “22 Juni 2008,” jawab regu A cepat disusul ucapan “Seratus!” oleh Pak Mujib.

Begitu seterusnya. Dari hari-hari ke hari berlangsung latihan rebutan. Seratus soal lebih yang diberikan. Tapi subhanallah mereka sangat cerdas. Karena terlalu bersemangat, pernah suatu ketika jari telunjuk Bili terkena batu yang dipukulkannya sendiri. Untunglah tidak luka.

Dalam beberapa kesempatan latihan, Pak Mujib dengan mimik serius berpesan kepada mereka, “Bili, A’am, Dani, Aqil, Ulfa, serta Mukarromah, tolong minta didoakan orang tua kalian, terutama doa ibu kalian agar kita diberi kemenangan!” serempak mereka menjawab, “Baik Pak!”

Tibalah waktu perlombaan. Tanpa mengecilkan arti cabang lomba selain LCC, dapat dikatakan LCC adalah lomba yang paling bergengsi dibandingkan dengan cabang lomba yang lain. Seleksi pertama adalah adalah seleksi tulis. Empat tim yang nilainya tertinggi berhak maju ke babak final. Pagi hari untuk seleksi tulis sedangkan siangnya babak final.

Sekitar pukul setengah delapan pagi setelah sarapan, Pak Mujib mengajak mereka berkumpul. “Kita harus berdoa dulu,” tegas Pak Mujib. Dengan khusyuk keenam santri LCC bermunajat kepada Allah SWT. Maha Pencipta kemenangan agar dimenangkan. Doa pun selesai.

#insya Allah bersambung#