Laman

Sabtu, 01 September 2012

TAKLAH MUNGKIN AKU

Sumber Foto:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1037707157472&set=a.1037700557307.5709.1669299435&type=3&theater


Taklah mungkin aku sesempurna Nabi Agung Muhammad, SAW. yang berakhlak mulia bahkan malaikatpun yang tak mempunyai nafsu, harus kalah sempurnanya.

Taklah mesti aku setiap hari harus selalu berhasil menjaga kesabaran hati dalam menghadapi rongrongan nafsu marah yang setiap saat mengancam untuk meledakkan dirinya akibat hembusan setan.

Taklah setiap hari aku mau mengerjakan tugas yang diberikan kepadaku yang mana idealnya tentu saja mampu aku kerjakan akibat ketidaksukaanku atas cara dikte-mendikte. Yang aku inginkan itu perintah yang membangun bukan perintah yang mendikte menjurus otoriter untuk tidak mengatakan "diktator".

Hey, aku hanya hamba Tuhan yang terus dan terus belajar serta berbuat baik sebanyak yang aku mampu dan harus jatuh bangun melakukannya di setiap harinya.

#hanya kepada Tuhan aku menyembah dan meminta pertolongan#

PEREMPUAN YANG HADIR DALAM MIMPIKU

Sumber Foto:
http://infopublik.kominfo.go.id/index.php?page=news&newsid=267

Seringkali aku melupakan mimpi dalam tidurku. Termasuk hari ini, aku lupa mimpiku. Hanya beberapa saja yang aku ingat persis mimpiku. Dan itu pasti ada perempuannya.

Aku ingat perempuan etnis Tionghoa bekulit kuning langsat. Cantik tapi sayang, keburu bangun sebelum aku sempat berkenalan dengannya.

Mimpi berikutnya dengan perempuan wajah sangat aku kenal. Kalau boleh ge-er, dia sangat akrab denganku. Tapi kok aneh, dia diam membisu dalam mimpiku.

Paling menarik adalah saat memimpikan perempuan sedang berdzikir kepada Tuhannya di musholla tempatku mondok di Semarang. Mukena masih dikenakannya. Aku sangat kenal perempuan berparas manis itu. Dia memang tidak bicara denganku namun dzikir jelas terngiang di telingaku. Dia menangis dalam sujudnya dan jelas sekali mengucap istighfar dengan sesenggukkan. Aneh, mengapa dia hadir dalam mimpiku padahal aku ada di Semarang dan dia asli Pekalongan?

#Subhanallah . . .#