Laman

Sabtu, 01 Februari 2014

AGENDA TERSEMBUNYI


Sumber Gambar: http://www.zonaasyik.com/2012/08/gambar-kata-kata-puisi-pemuja-rahasia.html




Bila ibadah itu urusan hamba dengan Tuhannya, apa tidak lebih baik disembunyikan dari pandangan dan penilaian orang lain?

Bila pun ada yang melihat, tidak cukupkah hanya Tuhan Yang Melihat dengan mengunci mulut kepada orang lain?

Bila keikhlasan yang ingin diraih, mengapa masih dipublikasikan?

Bila bersifat ibadah sosial, apa tidak sebaiknya identitas 'abidnya disembunyikan atau disamarkan?

Baiklah, semua tergantung niatnya. Tapi apakah bisa menjamin bebas murni dari sifat pamer atau riya`?

Ini soal lain, mengapa perlu mengucapkan dan menulis alhamduliLlah pascaibadah?

Apa ada jaminan ibadah itu diterima olehNya?

Setahu inyong, alhamduliLlah itu bentuk syukur atas nikmatNya dan bukan atas ibadah yang dilakukan. Mengapa alhamduliLlah untuk ibadah?

Apa tidak sebaiknya taqabbalaLlah saja atas ibadah yang dilakukan?

inyong rasa semua pertanyaan reflektif di atas tidak bisa inyong jawab dengan iya.

#publikasi atas nikmat dari Tuhan & agenda tersembunyi saat beribadah kepadaNya#

SEHAT SEBELUM SAKIT

Sumber Gambar: http://sely-biru.blogspot.com/2010/08/konsep-sehat-sakit.html










Memaksimalkan perilaku baik sewaktu sehat sebelum sakit merupakan perintah agama.
Bila ternyata sejak muda mengidap sakit menahun selama seperempat abad bahkan lebih karena divonis oleh dokter belum ada obatnya, apa yang sebaiknya dilakukan?

Menurut inyong ya tetap harus berperilaku baik sesuai kapasitas kemampuan dan ~ini yang terpenting~ sabar dalam menjalani kehidupan. Serta tentu saja tetap berobat ke dokter atau ahli kesehatan disertai berdoa untuk kesembuhan diri.

Karena sabar tiada batas. Namun bila sakit tersebut terasa begitu menyengsarakan maka lebih baik menggunakan jurus disabar-sabarkan.

#begitulah, sabar dan disabar-sabarkan#