| Sumber Foto: http://www.kompas.tv/index.php/front/detail/3/138
Aku tak mungkin mengharapkan orang lain baik terus kepadaku. Begitu pula aku tak menjamin diriku baik terus kepada orang lain. Karena yang aku pahami bahwa hati itu bisa berubah-ubah. Di samping itu motif orang baik kepadaku bisa beraneka motif. Bisa karena memang aslinya baik. Bisa karena baik karena ada maunya tapi watak dasarnya kurang bahkan tidak baik. Yang paling enak ya kalau memang tidak suka ya tidak suka saja sejak awal sebagaimana tidak sukanya Abu Jahal atau Abu Lahab kepada Baginda Nabi Agung Muhammad, SAW. Atau tidak sukanya Iblis kepada Nabi Adam, a.s. Jelas tidak suka ya tidak suka dari awal.
Tapi semua itu adalah hak. Tak bisa aku larang. Termasuk hak aku untuk baik kepada orang lain. Baik motif karena aku punya kepentingan atau tidak. Atau memang karena aku memang asli baik atau tidak. Yang jelas aku tak mungkin meminta semua orang suka kepadaku, baik ucapanku, sikapku, atau pun tindakanku. # demikianlah hatiku saat aku tulis tulisan ini # |
Senin, 05 November 2012
MUSTAHIL SEMUA ORANG BAIK KEPADAKU
ANTARA ORANG YANG DISUKA DAN ORANG YANG DIBENCI
| Sumber Foto: http://www.igi.or.id/2-view.php?subaction=showfull&id=1326438021&archive=&start_from=&ucat=1&do=konsultasi Paling suka bila bertemu dengan orang yang disuka. Paling benci bila bertemu dengan orang yang dibenci. Betah berlama-lama mengobrol dengan orang yang disuka. Inginnya cepat selesai bila harus bicara dengan orang yang dibenci. Selalu cari perhatian dari orang yang disuka. Selalu berkelit menghindar dari orang yang dibenci. Orang yang disuka itu mengenyangkan walaupun belum makan. Orang yang dibenci itu melaparkan walaupun sudah makan. # suka dan benci itu manusiawi # |
Langganan:
Postingan (Atom)