Laman

Jumat, 05 Desember 2014

Aku yang lucu? Ataukah negeri ini yang lucu?

film-alangkah-lucunya-sc-web
Sumber Poster: https://haitami44.wordpress.com/2013/05/25/review-film-sisi-edukatif-sosial-dan-agama-dalam-film-alangkah-lucunya-negeri-ini/

Aku pernah terdiam berjam-jam. Dengan pikiranku berjalan ke rumah itu. Meneliti lebih jauh apa yang engkau tertawakan. Apa sebenarnya yang engkau tertawakan. Apakah aku yang lucu? Ataukah hanya menertawakan kegalauanku? Aku coba tanyakan kepadamu tapi jawabannya hanya tawamu yang terus menggema. Baiklah. Aku coba menduga tawamu mungkin karena lucunya negeri ini. Ada yang kalah pilpres balas manuver dengan memundurkan demokratisasi negeri. Ada yang kaya malah "minum" bbm-nya orang miskin. Ada yang korupsi malah senyum lalu tertawa di tv & foto media. Negeri apa ini? Negeri kok lucu begini. Pantas saja engkau tertawa. Tapi aku harap dugaanku keliru. Engkau tertawa bukan karena lucunya negeri ini. Tapi karena aku yang memang lucu bahkan dalam kegalauan sekalipun, hehe..

Wiradesa, 9 September 2014.

PERUT LAPAR & PERUT KENYANG

Frustrated Boromir : Oray, Mulai Lapar ,,, - by Anonymous
sumber: foto: http://www.memegen.com/meme/k2ab9t
Saat Nabi Muhammad SAW. lapar, beliau mengganjal perutnya dengan batu. Para sahabat pun menanyakan tindakan RasuluLlah tersebut, "Lho kok bisa?"

Rasul ingin mencontohkan tidak hanya pentingnya puasa, tapi mencontohkan bagaimana menyederhanakan urusan perut lapar.


Bisa jadi perut lapar bahkan kelaparan bagi sebagian pembaca status ini tidaklah ter
jadi. Namun tahukah bahwa masih ada saudara kita yang untuk makan genap 3 kali sehari saja masih susah direalisasikan. Adapula yang terpaksa makan nasi aking.

Bukan perkara harus bagaimana dengan orang-orang lapar. Tapi bagaimana kita berempati dengan mereka yang kelaparan. Caranya pun tidak harus berbagi makanan. Bisa juga dengan cara makan & minum secukupnya atau sekadarnya & tidak berlebih-lebihan. Kuluu wasyrabuu walaa tushrifuu. Lalu bersyukurlah atas perut yang kenyang. Namun bila masih ada yang kelaparan, maka kewajiban bagi perut kenyanglah untuk berbagi.

Wiradesa, 8 September 2014.